Berita Pilihan

RIM-BlackBerry

Tolak Bangun Server dan Pabrik BlackBerry di Indonesia, RIM Kecewakan Indonesia

Blackberryrim

Beberapa kalangan kembali mempertanyakan keseriusan RIM dalam membangun hubungan baiknya dengan Indonesia. RIM mempunyai banyak pelanggan potensial yang masih menggunakan BlackBerry di Indonesia. Namun, kalimat yang keluar dari mulut Hastings Singh, Managing Director RIM South Asia sangat mengecewakan bangsa Indonesia.

Hastings di dalam sela sela kedatangan RIM ke Indonesia kemarin mengungkapkan bahwa RIM tidak akan membuat server di Indonesia. “Tidak butuh server. Jaringan sudah global, jadi tidak lagi perlu server di Indonesia. Namun kami bisa pastikan, layanan kualitas dan kapasitas tetap kami jaga,” sebut Hastings.

Begitu juga yang terjadi saat ditanya perihal pendirian pabrik perangkat Blackberry, Singhs menyebutkan tidak ada rencana RIM untuk membangun pabrik di Indonesia. Singhs menambahkan bahwa Malaysia adalah tempat yang tepat untuk mendirikan pabrik meskipun pengguna Blackberry lebih banyak di Indonesia ketimbang Malaysia.

BlackBerry Tolak Bangun Server dan Pabrik BlackBerry di Indonesia, RIM Kecewakan IndonesiaIni tentu bertolak belakang dengan keinginan Bangsa Indonesia sendiri yang menginginkan RIM untuk bisa membangun server dan pabrik Blackberry di Indonesia. Selain alasan keamanan data dan server down, keinginan ini semestinya bisa menjadi hubungan timbal balik yang positif. RIM mendapatkan pelanggan yang potensial, sedangkan di sisi lain Indonesia dapat membuka lapangan kerja baru dari kerjasama ini.

Namun, apa yang diungkapkan Singhs benar benar mengecewakan. Dengan alasan RIM tidak membangun pabrik sendiri Singhs berusaha menampik kekecewaan tersebut. Singhs menyadari kekecewaan Bangsa Indonesia yang merupakan salah satu aset terbesar RIM. Dengan irama agak menghibur, Singhs kemudian menyebutkan bahwa keputusan tentang pemilihan pihak ketiga untuk memproduksi perangkat BlackBerry memang sedang di-review kembali.

Apapun alasan Singhs, rakyat Indonesia mestinya sudah memiliki alasan untuk bisa meninggalkan perusahaan asal Kanada tersebut. Tentu dengan sikap patriotisme yang tinggi baru masalah ini bisa dipandang buruk bagi kelangsungan kerjasama RIM dengan Bangsa Indonesia. Negara atau RIM?

Advertisement

Related Posts

Related Posts

Discussion